Tampilkan postingan dengan label Valentine day. Tampilkan semua postingan

Valentine Day dalam Perspektif Islam


Hei para googlers, hari ini saya bakal kasih info nih tentang valentine day dalam perspektif Islam. Saya menulis artikel ini karena banyak sekali teman-teman saya yang beragama kristen menanyakan mengapa dalam agama Islam, umat muslim dilarang merayakan hari Valentine. Ya, hari valentine adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh kebanyakan orang. Bagi kamu yang beragama Islam, tentu kamu sudah tau bukan bahwa merayakan hari itu adalah tidak diperbolehkan. Kamu pasti bertanya-tanya bukan mengapa hari valentine tidak boleh dirayakan oleh umat muslim? Dan untuk menjawab pertanyaan kamu saya akan jawab dalam tulisan saya kali ini. Ini sebenarnya saya rangkum dari beberapa sumber. Sebelum menjawab pertanyaan kamu, yuukk kita baca asal usul hari valentine itu.

Hari valentine (bahasa Inggris: Valentine’s day) atau disebut juga Hari Kasih sayang, pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari dimana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di dunia barat. Asal usulnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus.
Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pecinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk “valentines”. Perayaan hari valentine termasuk salah satu hari raya bangsa Romawi peganis (penyembah berhala), dimana penyembahan berhala adalah agama mereka semenjak lebih dari 17 abad.
Menurut versi lainnya yaitu kisah St. Valentine. Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamnya. Namun para pria enggan terlibat peperangan dengan alasan tidak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih tercinta. Claudius berpikir bahwa jika pria tidak menikah, mereka akan senang hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. St. Valentine menolak untuk melaksanakannya. St. Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta. Hal ini ia lakukan secara rahasia. Sampai suatu malam, ia tertangkap basah memberkati salah satu pasangan. St. Valentine tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan dipenggal kepalanya. Salah satu orang yang percaya pada cinta kasih itu adalah putri penjaga penjara sendiri. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta. Pada hari saat ia dipenggal, yakni tanggal 14 februari, St. Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis putri sipir tadi, ia menuliskan “Dengan Cinta dari Valentinemu”. Pesan itulah yang kemudian mengubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari berbagai orang di belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang.

Melihat dari asal usul hari valentine, sudah jelas itu alasan dari dilarangnya merayakan hari Valentine bagi umat Islam. Hari Valentine adalah sejarah bagi umat katolik. Kamu yang beragama Islam tentunya dilarang merayakan hari tersebut. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Isra’ ayat 36 yang artinya, “Dan jangan kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertanggungjawabannya” (QS. Al-Isra:36). Lalu dalam Surah Al-Maidah ayat 51 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” (QS. Al-Maidah:51). Dalam sebuah hadist, Rasulullah S.A.W. juga mengingatkan, “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut” (HR. At-Tirmidzi). Kalau Allah dan RasulNya berkata tidak maka haram bagi kita untuk mengikuti sesuatu itu, mengucapkannya pun tidak boleh.

Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak punya pegangan dan ikut-ikutan. Intinya, merayakan hari Valentine bagi umat Islam adalah hal yang dilarang bahkan diharamkan. So says NO to celebrate Valentine days.


Cukup sekian tulisan saya mengenai alasan hari valentine dilarang bagi umat Islam. 

Referensi
https://asal-usul-motivasi.blogspot.com
https://alfablackid.blogspot.com

- Copyright © Dunia Informasi - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -