Tampilkan postingan dengan label peluang. Tampilkan semua postingan

GENERASI MILLENIAL INDONESIA: TEKNOLOGI BISA JADI TANTANGAN DAN PELUANG PEMUDA INDONESIA

Setiap generasi pada zamannya mempunyai ciri dan karakteristik masing-masing. Beragam kesamaan ataupun perbedaan di dalamnya layaknya dapat dijadikan sebagai gambaran umum atas bagaimana mereka berperilaku. Salah satu generasi yang paling mencolok karena terkenal dengan keragaman yang berada di dalamnya adalah Generation Y atau yang biasa dikenal dengan Echo Boomers atau Millenials (Solomon, 2009). Untuk dapat membatasi lingkup generasi ini, terdapat pembatasan tahun kelahiran agar tetap mempunyai karakterisitik yang serupa. Kelahiran 1977 hingga 1994 dikenal sebagai generasi Y, untuk tahun 2010 atau dengan kata lain generasi ini mencakup umur 16 hingga 33 tahun (Hawkins dan Mothersbaugh, 2010). 

Seperti yang dilansir oleh Hasanuddin Ali, di Indonesia studi dan kajian tentang generasi millenial belum banyak dilakukan, padahal secara jumlah populasi Indonesia yang berusia antara 15-34 tahun saat ini sangat besar, yaitu 34,45%. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, generasi millenial memang unik. Hasil riset yang dirilis oleh Pew Research Center misalnya, dalam risetnya ia menunjukkan keunikan generasi millenial. Yang mencolok dari generasi millenial dibanding generasi sebelumnya adalah soal penggunaan teknologi dan budaya pop. Kehidupan generasi millenial ini tidak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet, entertainment sudah menjadi kebutuhan pokok bagi generasi ini. 


Dalam konteks Indonesia, hal yang sama juga terjadi. Hasil survei yang dilakukan Alvara Research Center tahun 2014 menunjukkan generasi yang lebih muda, 15-24 tahun lebih menyukai topik pembicaraan yang terkait musik atau film, olahraga dan teknologi. Sementara generasi yang berusia 25-34 tahun lebih variatif dalam menyukai topik yang mereka perbincangkan, termasuk di dalamnya sosial politik, ekonomi dan keagamaan. Konsumsi internet penduduk kelompok usia 15-34 tahun juga lebih tinggi dibanding dengan kelompok penduduk yang usianya lebih tua. Hal ini menunjukkan ketergantungan mereka terhadap koneksi internet sangat tinggi. 

Pada abad 21 ini kemajuan teknologi sudah sangat maju. Teknologi bisa menjadi peluang pemuda Indonesia untuk memajukan negeri ini. Tentunya jika para pemuda menggunakan teknologi untuk menggali informasi-informasi yang bermanfaat. Seperti yang telah kita ketahui, berbagai macam informasi sudah tersedia di internet. Kita hanya perlu menyingkirkan rasa malas kita untuk menggali informasi tersebut. 

Teknologi pun memudahkan kita dalam berinteraksi dengan negara lain, tentunya hal ini menjadi peluang para pemuda untuk mendapatkan informasi dari dunia luar. Sebagai contoh, kita ingin membuat pesawat terbang, kita bisa melihat teori-teori yang menjadi dasar dalam prosedur pembuatan pesawat di internet, kemudian kita aplikasikan teori tersebut. Hanya saja, sebagian besar dari kita malas untuk berusaha dan malas untuk berinovasi. Tanpa kita sadari, pemuda bangsa ini memiliki bakat dan potensi yang tidak kalah luar biasanya dengan pemuda-pemuda negara maju di luar sana. Kita ambil saja contohnya yaitu Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang kita kenal sebagai Habibie, presiden RI ke-3. Kejeniusannya membuat kita kagum, apalagi mengenai tekadnya dalam menciptakan industri dirgantara Indonesia. 
Beliau hanya merupakan salah satu contoh dari pemuda Indonesia yang berani mengembangkan bakat dan potensinya. Masih banyak lagi pemuda lainnya yang sukses seperti beliau. 

Dari situ kita tahu bahwa pemuda Indonesia memiliki bakat dan potensi yang sangat luar biasa. Maka dari itu, di era abad 21 ini, kita sebagai generasi penerus bangsa seharusnya lebih pandai dalam memanfaatkan celah dan peluang kita untuk memajukan negeri ini. Kita bisa mendapatkan peluang tersebut menggunakan teknologi yang canggih saat sekarang, sehingga segala hal yang menjadi tantangan dapat kita hadapi dan kita pecahkan. 

Pemerintah pun sebaiknya lebih memerhatikan generasi millenial ini agar generasi millenial tidak terlena dengan kesenangan semata sehingga mereka lupa akan tanggung jawabnya dalam memimpin Indonesia. Pemerintah, masyarakat maupun pakar pendidikan juga perlu memahami secara utuh potret generasi millenial di Indonesia. Dengan begitu, kita akan memiliki gambaran, pandangan, aspirasi dan sudut pandang mereka terhadap segala aspek di dalam kehidupan mereka, sehingga pembangunan Indonesia seutuhnya bisa tepat sasaran, karena generasi millenial inilah yang nantinya akan memikul tanggung jawab dalam menentukan nasib dan masa depan Indonesia. 

- Copyright © Dunia Informasi - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -